Kemudian, pihak sekolah patut mengawasi pedagang yang selama ini dibiarkan berjualan di pelataran sekolah. “Sebaiknya tidak lagi diberi kebebasan seperti itu, karena interaksi anak sekolah dan pedagang dikhawatirkan memunculkan potensi penyebaran Covid-19,” sebutnya.
Rasa gembira anak-anak didik yang baru sekolah setelah dua tahun di rumah tentu dapat difahami, namun itu patut jadi perhatian agar kegembiraan itu tidak membuat mereka lupa untuk jaga jarak dan tetap menjaga kesehatan. “Terpenting, Pemko Medan dan pemkab di kabupaten/kota melalui Satgas untuk mempercepat program vaksinasi. Ini artinya akan memberikan jaminan yang lebih besar, karena kekebalan tubuh mereka semakin kuat,” lanjutnya.
Menurutnya, masih ada daerah yang presentase vaksinnya masih 20 persen, termasuk untuk tenaga pendidik. Hal ini harus dikejar, jangan sampai guru yang mengajar belum terlindungi kekebalan tubuhnya.













