Pembelajaran Mulai Manfaatkan Papan Digital
Dalam kunjungan itu, Abdul Mu’ti turut melihat pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital dalam kegiatan pembelajaran.
Perangkat tersebut telah digunakan guru untuk membantu proses penyampaian materi kepada siswa, termasuk dalam pembelajaran matematika.
Pemanfaatan teknologi pembelajaran tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif di lingkungan sekolah.
Ruang Kelas Pascabanjir Sudah Kembali Digunakan
Abdul Mu’ti juga meninjau sejumlah ruang kelas yang sebelumnya terdampak banjir.
Ruang kelas tersebut telah selesai direhabilitasi pada Agustus 2026. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 16 Medan kini kembali berlangsung secara penuh dengan sistem tatap muka.
“Semua kegiatan pembelajaran sekarang sudah berlangsung 100 persen, tidak perlu ada lagi yang melalui pembelajaran daring. Mudah-mudahan ke depan sekolah bisa lebih baik lagi, anak-anak bisa belajar lebih semangat lagi, dan mudah-mudahan ke depan tidak terjadi banjir,” katanya.
Abdul Mu’ti berharap hasil rehabilitasi dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi para siswa.
Ia juga mengingatkan pihak sekolah agar fasilitas yang telah diperbaiki terus dirawat. Bagian lingkungan sekolah yang masih membutuhkan pembenahan, termasuk pengecatan, juga diharapkan segera diperhatikan.
Menurutnya, sekolah harus mampu menjadi lingkungan yang aman, sehat, bersih dan nyaman, sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih baik dan bersemangat.
Kunjungan bersama tersebut sekaligus memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap berbagai aspek pendidikan, mulai dari fasilitas dasar seperti mebelair, program pemenuhan gizi siswa, pemanfaatan teknologi pembelajaran hingga pemulihan sarana sekolah yang sebelumnya terdampak bencana.












