Sergai, pelitaharian.id – Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, berubah mencekam pada Sabtu malam (2/11/2024). Seorang istri bernama Hertalina Simanjuntak (46) meregang nyawa setelah ditikam suaminya, Agus Herbin Tambun, yang diduga karena motif cemburu. Peristiwa ini segera menjadi perhatian publik, dan polisi bergerak cepat untuk menangani kasus ini.
Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Donny P. Simatupang membenarkan kejadian ini. “Korban Hertalina Simanjuntak, seorang petani, tewas di tangan suaminya sendiri,” ujarnya pada Minggu (3/11/2024). Kasat Reskrim menjelaskan, kejadian bermula ketika korban sedang bersenang-senang dengan keluarga di rumah, menikmati musik sambil berkaraoke.
Namun, suasana gembira itu tiba-tiba berubah mencekam saat pelaku, Agus Herbin Tambun, menghampiri korban dan menikamnya lima kali tanpa peringatan. “Pelaku datang, mengambil pisau dari meja, dan langsung menikam korban. Korban dalam keadaan panik dan tidak sempat menghindar,” tutur AKP Donny P. Simatupang.
Hertalina mengalami luka parah akibat lima tusukan—satu di perut, satu di payudara, dan dua di tangan kiri. Korban langsung dilarikan keluarga ke Rumah Sakit CHEVANI, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk divisum.
“Setelah penangkapan, kami melakukan serangkaian tindakan, termasuk olah TKP, pemasangan police line, serta membawa jenazah untuk visum dan autopsi,” tambahnya.
Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Sergai langsung bergerak untuk melacak pelaku. Berkat bantuan masyarakat, polisi berhasil menemukan pelaku di tempat persembunyiannya di Dusun II, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban. Pelaku ditangkap saat berada di rumah kerabatnya. Dalam penangkapan ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan untuk menikam korban.
Dalam pemeriksaan awal, Agus Herbin Tambun mengaku melakukan aksi brutal ini karena sakit hati dan cemburu, merasa bahwa korban masih sering berhubungan dengan mantan suaminya. Dia juga mengungkapkan bahwa pisau yang digunakan adalah milik korban sendiri, biasa digunakan untuk memotong jeruk.












