Guru Diminta Jadi Teladan
Pesan pendidikan juga disampaikan Abdul Mu’ti kepada para guru yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menekankan bahwa peran guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Guru juga diharapkan menjadi teladan sekaligus pendamping bagi siswa dalam menemukan dan mengembangkan bakat serta potensi mereka.
“Bapak Ibu guru adalah orang tua bagi anak-anak kita. Bapak Ibu guru adalah teladan bagi anak-anak kita. Guru sering kali disebut dengan ungkapan digugu dan ditiru,” katanya.
Abdul Mu’ti mengajak para guru menjalankan pendidikan dengan penuh cinta dan kasih sayang melalui prinsip asah, asih, dan asuh, sekaligus menerapkan sistem Among yang diperkenalkan Ki Hajar Dewantara.
Menurutnya, lingkungan sekolah juga harus mendapat perhatian. Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman, sehat, bersih dan nyaman sehingga siswa dapat belajar serta mengembangkan diri dengan baik.
“Mari kita jadikan sekolah kita ini sebagai rumah kita yang kedua, di mana kita semua saling berbagi dan kita semua menumbuhkan semangat untuk maju bersama-sama, semangat untuk meraih prestasi bersama-sama,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Sekolah Menengah Pertama Maulani Mega Hapsari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, Kepala UPT SMP Negeri 1 Medan Hj. Rohani, serta para guru dan siswa.
Bagi keluarga besar SMPN 1 Medan, kehadiran Mendikdasmen dan Wali Kota Medan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa pendidikan bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kebiasaan positif, keberanian menghadapi kegagalan dan kesiapan menjadi generasi penerus bangsa.












