Hukum

Misteri Kematian Istri Anggota Polri di Medan Helvetia, Polisi Dalami Motif di Balik Dugaan Bunuh Diri

10
×

Misteri Kematian Istri Anggota Polri di Medan Helvetia, Polisi Dalami Motif di Balik Dugaan Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini

Perempuan berinisial W ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Perumahan Bumi Asri, Medan Helvetia. Polda Sumut menyebut dugaan sementara korban bunuh diri menggunakan senjata api milik suaminya, sementara penyelidikan masih terus berlangsung.

Ilustrasi proses penyelidikan di lokasi kejadian terkait dugaan bunuh diri seorang perempuan di sebuah rumah di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Senin (3/8/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist).

MEDAN, pelitaharian.idInformasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Apabila Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera mencari bantuan kepada psikolog, psikiater, fasilitas layanan kesehatan, atau orang-orang terpercaya di sekitar Anda.

Penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih bekerja mengungkap penyebab pasti meninggalnya seorang perempuan berinisial W yang ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya di Perumahan Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8/2026) sore.

Korban diketahui merupakan istri Bripka I, anggota Polrestabes Medan. Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal dunia akibat luka tembak menggunakan senjata api milik suaminya. Meski demikian, kepolisian menegaskan seluruh rangkaian peristiwa masih dalam proses pendalaman.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan bahwa korban merupakan bagian dari keluarga besar institusi kepolisian.

“Korban merupakan istri anggota kami berinisial W. Dugaan sementara, yang bersangkutan meninggal karena bunuh diri di rumahnya,” kata Ferry kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (3/8/2026).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, sebelum kejadian Bripka I menyimpan senjata api miliknya di dalam sebuah tas ketika sedang beristirahat di rumah. Selang beberapa waktu kemudian, ia mendapati tas tersebut telah terbuka dan pistol yang disimpan sudah tidak berada di tempatnya.

Menyadari kondisi tersebut, Bripka I kemudian mencari keberadaan istrinya di dalam rumah. Saat korban berada di kamar mandi, terdengar suara letusan yang membuat situasi berubah menjadi kepanikan.

“Ketika anggota kami menyadari tasnya sudah terbuka, ia mencari senjatanya dan diketahui dibawa oleh almarhum. Saat korban berada di kamar mandi, terdengar suara letusan,” ujar Ferry.

Setelah peristiwa itu, petugas kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sejumlah personel dari berbagai fungsi kepolisian juga dilibatkan dalam proses penanganan perkara tersebut.

Hingga kini, penyidik belum mengungkap secara rinci lokasi luka tembak yang dialami korban maupun hasil pemeriksaan forensik. Polisi juga belum menyampaikan adanya indikasi lain di luar dugaan sementara yang telah disampaikan kepada publik.

Polda Sumut memastikan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut, termasuk menelusuri faktor yang diduga menjadi latar belakang kejadian.

“Motifnya masih didalami oleh Bid Propam bersama Ditreskrimum Polda Sumatera Utara,” pungkas Ferry.