Hukum

Motif Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Deli Serdang Terungkap, Polisi: Berawal dari Keinginan Beli Sabu

12
×

Motif Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Deli Serdang Terungkap, Polisi: Berawal dari Keinginan Beli Sabu

Sebarkan artikel ini

AP dan GPM diduga merencanakan perampokan setelah kehabisan uang untuk membeli narkotika. Polisi memastikan hanya dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pembunuhan Riyan Alamsyah.

Keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Cornelius Mangarahon Simanjuntak dalam konferensi pers di Polda Sumut, Kamis (27/8/2026). (pelitaharian.id/ist)

Polisi Pastikan Tak Ada Tersangka Lain

Dari hasil penyidikan sementara, Polda Sumut menyatakan AP dan GPM merupakan dua tersangka dalam perkara pembunuhan tersebut. Polisi belum menemukan keterlibatan pihak lain yang secara langsung melakukan pembunuhan.

“Jadi, tersangka untuk kasus pembunuhan ini hanya dua orang ini saja, yaitu AP dan GPM. Tidak ada tersangka lain dalam kasus pembunuhan,” tegasnya.

Penyidik juga menyatakan kedua tersangka belum memiliki catatan melakukan kejahatan serupa berdasarkan penelusuran terhadap data di Ditreskrimum Polda Sumut dan jajaran kepolisian.

“Berdasarkan pelacakan dari data yang ada di kita, di Ditreskrimum maupun di satuan-satuan jajaran, bahwa kedua pelaku itu masih baru pertama kali ini melakukan kejahatan tersebut,” jelas Cornelius.

Selain mendalami dugaan pembunuhan dan penjualan kendaraan korban, polisi masih menelusuri sumber sabu yang digunakan AP dan GPM sebelum aksi tersebut dilakukan.

“Untuk asal-muasal narkotika yang mereka gunakan di warung internet itu masih kita lakukan pendalaman dari mana asal-muasal sumber yang menyuplai kepada mereka berdua,” katanya.

Atas perkara tersebut, AP dan GPM dijerat Pasal 459 subsider Pasal 458 dan/atau Pasal 479. Polisi menyebut ketentuan pidana terberat yang diterapkan dapat berujung pada hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Kedua tersangka kini telah menjalani penahanan. Penyidikan masih berlangsung, termasuk pendalaman mengenai asal narkotika yang digunakan serta proses hukum terhadap dua orang yang diduga terkait dengan penjualan kendaraan milik korban.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan