Berita Utama & Headline

Pengendara Keluhkan Jalan Rusak dan Material Proyek di Kawasan Industri Medan Mabar

51
×

Pengendara Keluhkan Jalan Rusak dan Material Proyek di Kawasan Industri Medan Mabar

Sebarkan artikel ini
Kondisi genangan air serta tumpukan material paving block dan pasir memakan bahu jalan di Kawasan Industri Medan (KIM) Mabar tanpa adanya rambu peringatan, Kamis (25/09/2025). (pelitaharian.id/Foto: Hendra Syahputra).

Medan, pelitaharian.id – Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi jalan di sepanjang Jl. Pulau Nias Utara, Kawasan Industri Medan (KIM) Mabar yang rusak dan dipenuhi material proyek perbaikan paving block. Keluhan ini muncul pada Kamis (25/09) setelah para pengguna jalan menilai situasi tersebut membahayakan keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian area jalan terlihat digali dan tergenang air hingga membentuk lubang besar. Lubang tersebut berada tepat di dekat tumpukan material proyek, seperti paving block, kerikil, dan pasir, yang berserakan hingga memakan bahu jalan.

Material yang tidak tertata rapi itu bukan hanya mempersempit ruang gerak kendaraan, tetapi juga berpotensi menyebabkan pengendara tergelincir. Kondisi ini semakin berisiko pada malam hari karena minimnya penerangan jalan.

Seorang pengendara, Iwan (35), menyampaikan kekecewaannya terhadap pengelola KIM. “Tidak ada lampu peringatan atau rambu-rambu sama sekali. Kalau tidak hati-hati, apalagi malam hari, bisa jatuh. Ini sangat bahaya,” ujarnya.

Situasi tersebut semakin memburuk saat hujan turun. Lubang yang tergenang air membuat permukaan jalan sulit dibedakan antara yang aman dengan yang berlubang.

Para pekerja yang sehari-hari melintas di kawasan KIM juga mengeluhkan hal serupa. “Jalan rusak dan bergelombang, tidak merata, lampu penerangan banyak yang mati. Sehingga kami sebagai karyawan di KIM sangat sulit melewati jalan tersebut. Kami meminta kepada pengelola KIM agar segera melakukan perbaikan,” ungkap salah seorang pekerja.

Pengguna jalan berharap pihak berwenang bersama kontraktor segera mengambil langkah konkret. Pemasangan rambu-rambu peringatan, lampu penerangan, serta pembatas jalan dianggap penting untuk meminimalisasi risiko kecelakaan. Selain itu, penataan material proyek yang lebih rapi juga dinilai mendesak agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *