“Cukup sulit menyusunnya, karena Melayu sangat luas, apalagi ini seluruh Nusantara, banyak perdebatan antara penyusun tentang tokoh yang layak masuk dan tidak layak, tetapi akhirnya kita mendapat kesimpulan dan buku ini selesai,” kata Erry Nuradi, yang merupakan penggagas Buku 100 Tokoh Melayu Nusantara.
Selain peluncuran buku 100 Tokoh Melayu Nusantara, pada kesempatan ini ISMI juga melakukan Musyawarah Besar (Mubes) ke-5. Tengku Erry Nuradi berharap kepengurusan ISMI selanjutnya bisa membawa kemajuan, bukan hanya nasional tetapi internasional.
“Melayu merupakan suku terbesar ketiga di Indonesia, bahasa pemersatu kita dari bahasa Melayu, kita harus bangga menjadi orang Melayu,” kata Tengku Erry Nuradi.
Penulis Buku 100 Tokoh Melayu Nusantara Ikhwan Azhari mengatakan, buku ini disusun selama dua tahun. Tokoh-tokoh yang ada di dalam buku ini antara lain ulama, tokoh politik, seniman, pejuang hak masyarakat Melayu, cendekiawan, pahlawan dan lainnya.
“Ternyata setelah kita susun banyak tokoh Melayu yang jarang kita dengar, bahkan tidak kita kenal, padahal dampaknya cukup besar, Mudah-mudahan buku ini menjadi inspirasi kita semua,” kata Ikhwan Azhari.












