Berita Utama

Polemik CCTV Sidang KDRT Lubuk Pakam: Kuasa Hukum Pertanyakan Perbedaan Rekaman BAP

×

Polemik CCTV Sidang KDRT Lubuk Pakam: Kuasa Hukum Pertanyakan Perbedaan Rekaman BAP

Sebarkan artikel ini

Diduga ada bagian rekaman tidak ditampilkan, JPU tegaskan barang bukti berasal dari penyidik

Saksi LK menyampaikan kesaksian di hadapan majelis hakim dalam sidang perkara dugaan KDRT di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, saat agenda pemeriksaan saksi berlangsung, Kamis (30/4/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

LUBUK PAKAM, pelitaharian.id – Persidangan perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Sherly di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kamis (30/4/2026), diwarnai polemik terkait rekaman CCTV. Perbedaan antara rekaman dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan yang diputar di persidangan menjadi sorotan kuasa hukum terdakwa.

Sidang perkara nomor 214/Pid.Sus/2026/PN Lubuk Pakam itu dipimpin Hakim Ketua Hiras Sitanggang, S.H., M.H., dengan agenda pemeriksaan saksi dan pendalaman alat bukti, khususnya rekaman CCTV yang dinilai menjadi salah satu kunci dalam mengungkap peristiwa.

Kuasa hukum terdakwa, Jonson Sibarani, secara tegas mempertanyakan perbedaan antara rekaman CCTV yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan yang diputar di ruang sidang. Ia menilai, terdapat ketidaksesuaian yang berpotensi memengaruhi konstruksi perkara.

“Kenapa hanya rekaman CCTV yang begitu saja yang dihadirkan, sedangkan di BAP ini banyak? Ada yang durasi 13 detik, 28 detik, 44 detik, bahkan lebih,” tegas Jonson di hadapan majelis hakim.

Menurut Jonson, dalam dokumen BAP terdapat puluhan item rekaman CCTV yang mencakup berbagai peristiwa, mulai dari kejadian di dalam rumah, aktivitas di area keamanan, hingga proses mediasi. Namun, yang diputar di persidangan hanya sebagian kecil dari keseluruhan rekaman tersebut.

Sumpah Pemuda Pemko Medan