Terlebih, sambung Rajuddin, ini merupakan ibadah yang sifatnya sunnah, jika dikerjakan berpahala ditinggalkan tidak berdosa. Jangan sampai gara-gara perbedaan yang sifatnya furu’, menyebabkan umat terpecah.
“Kita ambil saja hikmahnya, semoga Idul Adha tahun ini, membuat kita meneladani kokohnya iman Nabi Ibrahim, istri dan anak-anaknya. Kita tanamkan kekuatan iman dan ketaqwaan dalam rumah tangga kita, mari pelihara sifat kesabaran yang ditampilkan Nabi Ibrahim sepanjang hidupnya. Sehingga dengan meneladani keluarga Nabi Ibrahim tersebut, Insya Allah kelak kita dapat bertemu langsung dengan mereka di Surga, Aamiin,” pungkasnya.
Penulis: Arya
Editor: Cut Riri












