Penanganan PK5 dan Parkir Harus Humanis
Selain persoalan administrasi kependudukan, Rico Waas menyampaikan bahwa permasalahan parkir, pedagang kaki lima (PK5), dan PBG juga menjadi tantangan bagi Pemko Medan. Menurutnya, pendekatan humanis tetap harus dikedepankan.
“Sesuai aturan, kami melarang PK5 berjualan di trotoar maupun bahu jalan. Namun penyelesaiannya tidak bisa dilakukan dengan cara keras. Harus humanis dan persuasif,” tegasnya.
Dukung Program Prioritas Nasional 2026
Rico Waas juga menjelaskan bahwa Pemko Medan saat ini sedang fokus menjalankan program prioritas nasional di kota tersebut, seperti pendirian SPPG dalam rangka mendukung program MBG, serta pelaksanaan proyek PSEL yang dijadwalkan berjalan pada 2026.
“Kami berharap Forum Silaturahmi Masyarakat Pemerhati dan Peduli dapat ikut berkontribusi dalam mensukseskan program-program prioritas tersebut,” ujarnya.
Forum Siap Bersinergi Tingkatkan Pelayanan
Ketua Forum Silaturahmi Masyarakat Pemerhati dan Peduli Kota Medan, Denny Syahputra, didampingi Sekretaris Abdul Manan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Medan.
“Forum ini hadir untuk memberikan kontribusi terkait pelayanan kepada masyarakat. Kami siap bersinergi dengan Pemko Medan agar pelayanan publik semakin baik,” jelas Denny.
Kerjasama antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat pemerhati diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sekaligus mendorong keberhasilan agenda pembangunan nasional di Kota Medan.












