Politik & Pemerintahan

Rico Waas Kecewa Berat, Kantor Lurah Ladang Bambu Kumuh dan Penuh Sampah

24
×

Rico Waas Kecewa Berat, Kantor Lurah Ladang Bambu Kumuh dan Penuh Sampah

Sebarkan artikel ini

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendapati kondisi Kantor Kelurahan Ladang Bambu, Medan Tuntungan, sangat jorok dan tak terawat saat sidak Kamis (25/9/2025). Ia menyebut kantor tersebut paling parah dibandingkan kelurahan lain.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau kondisi Kantor Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, yang tampak jorok dan tidak terawat, Kamis (25/9/2025). (pelitaharian.id/Foto: Istimewa).

Medan, pelitaharian.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya ketika melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, Kamis (25/9/2025) siang.

Bangunan kantor yang berlokasi di Jalan Pariama itu terlihat memprihatinkan. Dinding terkelupas, kotor, serta dipenuhi sarang laba-laba. Sampah juga berserakan di berbagai sudut ruangan. Kondisi tersebut membuat wajah Rico seketika berubah muram.

Di lantai dua, keadaannya semakin mengecewakan. Bekas runtuhan asbes dibiarkan menumpuk, sementara meubel dan peralatan kantor terlihat tidak tertata rapi. “Kalau Minggu lalu sampah jatuh dan dibiarkan hingga kini, berarti itu sudah salah,” tegas Rico kepada Lurah Ladang Bambu yang terus mendampinginya dengan wajah penuh bersalah.

Rico bahkan menemukan tumpukan sampah di salah satu sudut ruangan. Dengan nada kesal, ia menegur langsung. “Ini pun sampahnya nggak ibu buang, yakan. Ibu tahu kantor ini aset. Ibu lurah, kantor inikan berarti rumah kedua ibu. Bagaimana rumah kedua ibu nggak bisa diperhatikan,” keluh pria kelahiran Medan, 5 Juli 1986 itu.

Ketika turun ke lantai bawah, pemandangan yang ditemui tidak lebih baik. Dinding menghitam karena debu dan sarang laba-laba. Rico kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan. “Bagaimana Bu kalau rumahnya tidak dibersihkan, bagaimana kita mau membersihkan yang di luar,” ucapnya sambil menggelengkan kepala.

Dalam pengecekan lebih lanjut, Rico mendapati sejumlah ruangan dijadikan tempat penyimpanan barang-barang tak terpakai. Ia bahkan menarik tumpukan kertas dari bawah meja kerja. “Bu, ini parah tempat kalian. Nggak dirawat sama sekali. Jangan karena letak kantor ini di ujung, tidak dirawat tempat kalian ini. Bayangkan saja untuk menata ini saja, kalian tidak bisa,” tegasnya.

Ia kembali menambahkan, kertas yang sudah tidak terpakai seharusnya dikumpulkan lalu dibuang, bukan dibiarkan menumpuk. “Mau jadi apa ini? Sepanjang saya ke kelurahan, baru ini kelurahan yang paling parah,” ungkapnya.

Lurah Ladang Bambu hanya bisa menerima teguran itu dengan pasrah. “Siap salah, Pak,” ujarnya singkat sambil menundukkan kepala.

Sebelum meninggalkan kantor, Rico yang dilantik sebagai Wali Kota Medan sejak 20 Februari 2025 itu menekankan agar segera dilakukan pembersihan, penataan, dan perawatan kantor. Ia menegaskan, kantor lurah seharusnya menjadi tempat pelayanan publik yang nyaman serta ramah bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *