Berita Utama

Sherly Nilai Replik JPU Tak Menjawab Fakta Persidangan KDRT PN Lubuk Pakam, Berharap Divonis Bebas

22
×

Sherly Nilai Replik JPU Tak Menjawab Fakta Persidangan KDRT PN Lubuk Pakam, Berharap Divonis Bebas

Sebarkan artikel ini

Usai sidang replik, terdakwa menyatakan tanggapan jaksa hanya mengulang BAP dan tidak mengakomodasi fakta yang muncul selama pemeriksaan di persidangan. Di akhir konferensi pers, Sherly menyampaikan harapan agar majelis hakim memutus perkara berdasarkan hati nurani.

Sherly menyampaikan keterangan kepada awak media usai mengikuti sidang lanjutan perkara dugaan KDRT dengan agenda pembacaan replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Kelas IA, Kamis (16/07/2026). (pelitaharian.id/ist)

DELI SERDANG, pelitaharian.id – Sidang lanjutan perkara dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menjerat terdakwa Sherly kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam Kelas IA, Kamis (16/07/2026). Dalam agenda penyampaian replik oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sherly menilai tanggapan jaksa belum menjawab fakta-fakta yang telah terungkap selama persidangan dan hanya mengulang isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Sherly mengikuti jalannya persidangan didampingi penasihat hukumnya, Jonson Sibarani, S.H., M.H. Sidang berlangsung di Ruang Sidang 4 Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Jalan Sudirman No. 58, Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum Ricky Sinaga pada pokoknya meminta majelis hakim tetap mempertahankan tuntutan yang telah dibacakan sebelumnya. Menurut JPU, dalil-dalil yang diajukan penasihat hukum melalui nota pembelaan tidak mengubah pendirian penuntut umum terhadap perkara yang sedang diperiksa.

“Replik penuntut umum terhadap nota pembelaan atas terdakwa sherly. Pada intinya res hukum memohon untuk menerima nota pembelaannya berdasarkan dalil dalil sebelumnya bahwa dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum dengan terdakwa sherly tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana bebaskan terdakwa sherly dari segala dakwaan atau melepaskan terdakwa sherly dari segala tuntutan hukum memulihkan hak terdakwa dan kemampuannya serta membebankan biaya perkara kepada negara pada hari ini secara kesimpulan jaksa penuntut umum menolak semua dalil-dalil yang di ajukan oleh penasihat hukum terdakwa Sherly dan atas hal tersebut lengkap dalam replik ini. Untuk itu kami memohon mengajukan pada hakim untuk tetap menerima tuntutan kami yang telah kami bacakan hari Kamis tanggal 16 Juli 2026.”

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan