“Yang salah disini, orang yang pertama menemukan penyimpanan migor itu menyebutkan penimbunan, akibatnya masyarakat resah, sehingga masyarakat ikut-ikutan menimbun dengan membeli minyak lebih dari kebutuhan, bahkan tiga sampai 4 kali lipat dari kebutuhan,” katanya setelah meninjau perusahaan pemilik 1,100 ton migor tersebut.
Karena itu, Sugianto Makmur menghimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak menimbun minyak goreng di rumah masing-masing. “Jika disikapi biasa-biasa saja, tidak akan terjadi kengkaan, karena minyak goreng akan tetap disediakan. Pemerintah juga tidak mungkin membiarkan kondisi ini berlanjut,” pintanya.(CUT)













