“Hari ini bukanlah hari biasa. Ini adalah hari yang penuh makna, hari yang menyimpan berjuta rasa. Ada rasa bahagia, ada haru, dan tak sedikit rasa sedih yang tak terbendung,” ucap Aris dalam sambutannya.
Ia mengenang kembali momen awal saat para orang tua mengantar anak-anak mereka ke sekolah ini. Dari tangis malu anak-anak yang pertama kali masuk kelas, kini mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani dan mandiri.
Terima Kasih untuk Para Guru
Aris pun mengapresiasi sepenuh hati jasa para pendidik. Menurutnya, para guru tidak hanya mengajarkan huruf dan angka, tetapi juga menyemai nilai-nilai kebaikan dan membentuk karakter dengan cinta dan kesabaran.
“Kami tahu, anak-anak kami bukanlah pribadi yang mudah. Tapi dengan penuh cinta dan ketulusan, para guru telah merangkul semuanya tanpa lelah. Terima kasih, Bu Guru… Pak Guru… jasamu sungguh tak tergantikan,” ujar Aris penuh haru.
Perpisahan Bukanlah Akhir
Dalam sambutannya, Aris menegaskan bahwa momen perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi anak-anak. Ia pun membacakan pantun penutup sebagai ungkapan rasa terima kasih dan doa untuk anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi:












