Bahkan, katanya lagi, ada yang sudah bertahun-tahun beroperasi tidak pernah ada tindakan, seperti bisnis ekonomi yang menawarkan return puluhan persen dengan investasi hanya 1 bulan, tapi setelah uang terkumpul banyak, tiba-tiba bisnis tersebut menghilang, dengan meninggalkan kerugian masyarakat yang cukup besar.
“Di zaman modern ini, negara sepertinya kurang mampu mencegah produk investasi abal-abal. Sudah saatnya OJK mengevaluasi kinerjanya, bila tidak ingin dianggap tidak mampu atau memang sengaja membiarkan perusahaan penipuan beroperasi menggerogoti uang rakyat,” tandasnya.
Dalam kaitan ini, anggota dewan Dapil Binjai dan Langkat ini menganjurkan, masyarakat sebaiknya menuntut pertanggungjawaban OJK. jika ada lagi produk-produk berkedok keuangan yang bebas dijual ke masyarakat yang ujung-ujungnya menipu. (cut)













