Adapun yang dilakukan oleh anggota Tim Humas tersebut merupakan proses konfirmasi kehadiran terhadap siapa – siapa saja yang datang, dan masuk ke dalam venue acara demi menjaga jumlah pengunjung yang berada dalam lokasi acara sebagai langkah menjaga protokol kesehatan terkait pembatasan jumlah orang, terang Heru.
Ajakan keluar dilakukan karena kondisi di ruangan yang tidak nyaman untuk melakukan pembicaraan, konfirmasi, oleh sebab itu rekan wartawan tersebut (TA) kami ajak untuk keluar dari ballroom, yang disediakan layar zoom.
Setelah Tim Humas tersebut melakukan konfirmasi mendalam dan tanya jawab kepada wartawan di luar lokasi kegiatan, didapatkan informasi bahwa wartawan yang bersangkutan (TA) mengakui dirinya sebagai wartawan yang menjadi bagian dari tim peliputan dari Kegiatan Bupati Batu Bara.
Maka setelah terkonfirmasi hal tersebut, TA kembali dipersilakan masuk ke venue oleh Gilang Sukma keruangan untuk mengikuti jalannya rangkaian acara.
“Selanjutnya kami selaku Pimpinan dari Tim Humas pada akhir acara juga telah bertemu langsung dengan yang bersangkutan. Dari hasil pertemuan dengan TA, kami merasa kemungkinan terjadi mis-komunikasi dan kesalahpahaman dalam proses konfirmasi antara Gilang dan TA, sehingga pada momen tersebut saya langsung menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses konfirmasi ada tutur kata dan perilaku yang dianggap tidak menyenangkan dari tim kami.












