Berita Utama

YCC APEKSI 2026 di Medan, Tiga Pemimpin Daerah Bahas Strategi Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Bencana

×

YCC APEKSI 2026 di Medan, Tiga Pemimpin Daerah Bahas Strategi Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini

Rico Waas, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Bima Arya menekankan pentingnya sistem, mitigasi dini, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun resilient city di Indonesia.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan pengalaman penanganan banjir besar 2025 dalam Sharing Session Youth City Changers APEKSI 2026 yang dihadiri ratusan peserta muda dari berbagai kota di Indonesia. Medan, Minggu (28/6/2026). (pelitaharian.id/ist)

Diceritakan Wali Kota Medan Rico Waas, pengalaman Kota Medan saat menghadapi banjir besar pada 27 November 2025, yang disebut sebagai salah satu bencana terburuk sepanjang sejarah kota tersebut. Banjir yang dipicu hujan deras selama tiga hari berturut-turut menyebabkan luapan air merendam 19 dari 21 kecamatan di Medan.

Menurut Rico Waas, situasi saat itu memperlihatkan betapa pentingnya koordinasi cepat. Ia langsung mengumpulkan Forkopimda, OPD, hingga para camat untuk memetakan wilayah terdampak dan menentukan langkah evakuasi. Namun tantangan terbesar bukan hanya infrastruktur, melainkan juga kesiapan masyarakat.

“Banyak warga awalnya menolak dievakuasi karena mengira air akan segera surut. Ketika air naik drastis, barulah mereka meminta bantuan dalam kondisi yang sudah sangat berbahaya,” kata Rico Waas.

Pemko Medan, lanjut Rico Waas kemudian bergerak cepat dengan memetakan daerah rawan, mengevakuasi warga, mendirikan posko bencana, mengaktifkan Belanja Tidak Terduga (BTT), serta mengerahkan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat penanganan. Rico Waas mengakui proses evakuasi sempat terkendala karena sebagian warga memilih bertahan di rumah hingga kondisi semakin membahayakan.

Sumpah Pemuda Pemko Medan