Berita Utama

YCC APEKSI 2026 di Medan, Tiga Pemimpin Daerah Bahas Strategi Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Bencana

×

YCC APEKSI 2026 di Medan, Tiga Pemimpin Daerah Bahas Strategi Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini

Rico Waas, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Bima Arya menekankan pentingnya sistem, mitigasi dini, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun resilient city di Indonesia.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan pengalaman penanganan banjir besar 2025 dalam Sharing Session Youth City Changers APEKSI 2026 yang dihadiri ratusan peserta muda dari berbagai kota di Indonesia. Medan, Minggu (28/6/2026). (pelitaharian.id/ist)

” Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat”, sebut Rico Waas.

Dijelaskan Rico Waas, banjir tidak berhenti ketika air surut. Persoalan baru muncul berupa ledakan volume sampah yang meningkat dari rata-rata 1.500–1.700 ton per hari menjadi 6.000–6.500 ton per hari. Kondisi itu memicu ancaman penyakit dan memperberat proses pemulihan.

Rico Waas menegaskan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Kolaborasi dengan relawan, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyoroti pentingnya mitigasi sebelum bencana terjadi. Berkaca dari pengalaman panjang Aceh menghadapi tsunami dan banjir, Banda Aceh kini memperkuat sistem deteksi dini, jalur evakuasi, rumah pompa, hingga edukasi kebencanaan berbasis keluarga dan sekolah.

Illiza mengatakan, ketangguhan kota harus dibangun dari kebiasaan sehari-hari masyarakat.”Kesiapsiagaan harus menjadi budaya. Masyarakat harus tahu apa yang dilakukan saat gempa, saat banjir, ke mana harus evakuasi, dan bagaimana melindungi diri,” jelasnya.

Sumpah Pemuda Pemko Medan