Berita Utama

YCC APEKSI 2026 di Medan, Tiga Pemimpin Daerah Bahas Strategi Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Bencana

×

YCC APEKSI 2026 di Medan, Tiga Pemimpin Daerah Bahas Strategi Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini

Rico Waas, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Bima Arya menekankan pentingnya sistem, mitigasi dini, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun resilient city di Indonesia.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan pengalaman penanganan banjir besar 2025 dalam Sharing Session Youth City Changers APEKSI 2026 yang dihadiri ratusan peserta muda dari berbagai kota di Indonesia. Medan, Minggu (28/6/2026). (pelitaharian.id/ist)

Sebelumnya Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto kemudian memberikan perspektif strategis mengenai makna ketangguhan sebuah kota. Menurutnya, setiap bencana selalu menjadi ujian besar terhadap lima hal yakni sistem, kebersamaan, kepemimpinan, komunikasi, dan data.

“Bencana adalah ujian bagi sistem. Kota yang sistemnya kuat akan pulih lebih cepat. Tapi kota dengan sistem lemah akan lebih lama bangkit,” kata Bima.

Wamendagri menambahkan, bencana juga menguji kualitas kepemimpinan. Dalam situasi krisis, masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir langsung di lapangan, bukan sekadar memberi instruksi dari balik meja.

Selain itu, Bima menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang sebagai titik lemah banyak kota di Indonesia. Menurutnya, banyak daerah masih reaktif—baru bergerak saat bencana datang, bukan menyiapkan mitigasi sejak awal. Kemudian mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif menggandeng para ahli kebencanaan dan membangun budaya belajar dari pengalaman masa lalu.

Menutup sesi diskusi, para narasumber sepakat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kota tangguh. Melalui inovasi, literasi kebencanaan, dan semangat kolaborasi, anak muda diharapkan menjadi motor perubahan dalam menciptakan kota yang lebih siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. (Red/Rel).

Sumpah Pemuda Pemko Medan