Pendidikan dan Kesehatan Jadi Perhatian
Drs. Godfried Effendi Lubis, MM dalam kesempatan tersebut juga mengangkat persoalan akses pendidikan dan kesehatan yang berkaitan dengan upaya penanggulangan kemiskinan.
Ia menyinggung bantuan pendidikan bagi pelajar, peluang beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta pemanfaatan layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) sesuai persyaratan yang berlaku.
Menurutnya, pemerataan fasilitas pendidikan juga penting agar masyarakat tidak menghadapi persoalan jarak dan zonasi ketika mengakses sekolah negeri. Dalam forum itu turut disampaikan rencana pembangunan SMP negeri di kawasan Jalan Garu 3.
Warga yang mengalami kendala terkait bantuan pendidikan diminta menyiapkan data siswa agar persoalannya dapat diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjutinya.
Pertanyaan warga juga mencakup bantuan untuk lansia, janda pensiunan serta mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dalam konteks tersebut, kelayakan penerima tetap berkaitan dengan data perlindungan sosial dan ketentuan, termasuk klasifikasi desil.
Pada akhirnya, Drs. Godfried Effendi Lubis, MM kembali menempatkan perluasan bantuan lansia sebagai salah satu agenda yang menurutnya perlu mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran berikutnya.
Dorongan alokasi sekitar Rp100 miliar disebut sebagai upaya awal untuk meningkatkan jumlah penerima. Sementara kebutuhan sekitar Rp250 miliar diperkirakan diperlukan apabila cakupan bantuan diarahkan untuk menjangkau seluruh lansia yang memenuhi kriteria.
Realisasi besaran anggaran dan jumlah penerima nantinya tetap bergantung pada proses pembahasan APBD serta kebijakan pemerintah daerah berdasarkan kemampuan keuangan dan ketentuan yang berlaku.













