Dalam hal ini, ujar Terkelin, Pemkab Karo siap berkolaborasi dengan cipil sociate bersama stakeholder mendukung untuk menumbuh-kembangkan motivasi mengajak para kaum suku karo dan khususnya kaum milineal, harus tahu sepak terjang Djaga Depari bidang musik pada era zamannya.
Untuk itu, ungkapan rasa rindu dan ingin melihat karya karya Djaga Depari di era 80-an cukup populer dan masih disukai hingga sekarang. Apalagi lirik lagu menciptakan rangkaian kata menggugah hati dan pikiran sehingga ketertarikan animo masyarkat Karo ingin mendengarkan musiknya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan DR Eddi Surianta Surbakti, M.Phd sangat setuju salah satu putra Karo Djaga Depari pada zamannya berpotensi bidang seni musik sebagai pakar, diangkat ke permukaan, guna mengingat “Ungkapkan Rasa dan Ingatan Karya Cipta Djaga Depari (XXXIII) Tahun”.
Sementara Brigjend Pol Ricky Wakanno Ginting sependapat dengan Pemkab Karo, bahwa budaya Karo harus dilestarikan agar tidak punah ditelan zaman.”Meski bukan asli suku Karo, tapi saya sudah bagian dari kehidupan suku Karo, sebab semasa menjabat Kapolres Tanah Karo 2006 – 2007 , jujur saya tertarik dan bangga bagian dari suku Karo. Kemudian pada tahun 2017 saya ditabalkan menjadi marga Ginting,”ungkapnya.












