Bagi pekerja, kepesertaan tersebut memberikan arti tersendiri karena risiko kecelakaan merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari. Mariati, salah seorang penerima manfaat, mengatakan dirinya merasakan langsung tantangan pekerjaan tersebut.
Perempuan yang berstatus ibu tunggal itu telah sekitar lima tahun bekerja sebagai penyelamat lingkungan. Dalam aktivitasnya, ia pernah mengalami luka karena terkena pecahan kaca. Di sisi lain, ia masih harus memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang tengah menempuh pendidikan.
” jaminan sosial ini memberikan rasa aman serta harapan untuk masa depan anak-anaknya. Atas kepedulian tersebut, saya menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota Medan Rico Waas yang telah menghadirkan program yang sangat menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat lapisan bawah”, ujarnya
Cerita mengenai risiko kerja juga disampaikan Wagimin. Pria yang telah puluhan tahun bekerja dengan sampah tersebut mengatakan kecelakaan ringan yang dialaminya selama bekerja sebelumnya sering kali harus ditangani menggunakan uang sendiri.
Kehadiran perlindungan BPJS Ketenagakerjaan membuat kekhawatiran tersebut berkurang. Wagimin pun mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pekerja informal yang memiliki penghasilan terbatas sekaligus menghadapi risiko kerja cukup tinggi.












