Berita Utama & Headline

Jambore Pramuka Medan 2026 Diikuti 927 Peserta, Rico Waas Minta Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Judi Online

0
×

Jambore Pramuka Medan 2026 Diikuti 927 Peserta, Rico Waas Minta Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Judi Online

Sebarkan artikel ini

Wali Kota Medan Sebut Pramuka Harus Tampil Menjawab Tantangan Disrupsi Teknologi dan Persoalan Sosial Menuju Indonesia Emas 2045

Suasana pembukaan Jambore Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan Tahun 2026 di Taman Cadika Pramuka Medan yang dihadiri ratusan peserta Pramuka Penggalang utusan Kwartir Ranting se-Kota Medan, Jumat (29/5/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

MEDAN, pelitaharian.id – Sebanyak 927 peserta dari berbagai Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kota Medan ambil bagian dalam Jambore Cabang Kota Medan 2026 yang digelar di Taman Cadika Pramuka Medan. Kegiatan yang berlangsung pada 28-31 Mei 2026 itu menjadi ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda.

Pembukaan jambore dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Medan, Jumat (29/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rico Waas menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam menghadapi berbagai tantangan yang kini dihadapi generasi muda, termasuk perkembangan teknologi yang berlangsung cepat serta maraknya pengaruh negatif yang dapat mengancam masa depan anak-anak dan remaja.

Di hadapan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda, anggota DPRD Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, camat, serta peserta jambore, Rico Waas menyampaikan bahwa Pramuka merupakan sarana strategis dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

“Kalau kita mau membangun karakter dari anak-anak kita, membangun kemandirian, membangun jiwa sosial, membangun rasa kebersamaan, keterampilan hidup, dan juga terutama kepemimpinan, inilah organisasi terbaik untuk itu semuanya,” kata Rico Waas.

Suasana pembukaan jambore sempat menarik perhatian peserta ketika Rico Waas turun dari podium utama dan memilih berdiri bersama ratusan anggota Pramuka Penggalang di bawah terik matahari. Aksi tersebut disambut tepuk tangan dan sorak semangat dari para peserta upacara.

Menurut Rico Waas, berbagai persoalan yang dihadapi kalangan muda saat ini membutuhkan perhatian serius. Ia menilai organisasi kepanduan seperti Pramuka memiliki peran penting dalam menanamkan disiplin, kepemimpinan, keterampilan hidup, dan semangat kebersamaan.

“Permasalahan kepemudaan saat ini sangat besar. Ada disrupsi teknologi, persoalan sosial, hingga pengaruh negatif lainnya. Karena itu organisasi seperti Pramuka harus unjuk gigi memperbaiki permasalahan kepemudaan dengan kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, dan keterampilan hidup,” jelas Rico Waas.

Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai program Gerakan Pramuka sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin Pramuka benar-benar aktif ke depannya. Seluruh kegiatan pasti akan kami support penuh agar anak-anak kita memiliki kebanggaan dan semangat menjadi generasi emas,” ujarnya.

Rico Waas juga mengajak seluruh peserta menjadikan jambore sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama, membangun kedisiplinan, serta memperluas pergaulan yang positif.

“Harapannya acara jambore ini bisa melatih anak-anak kita tentang keteladanan, disiplin, kerja sama, dan sosial. Mereka berkumpul di sini, saling mengenal dan berinteraksi. Ini memang bagian dari pendidikan karakter sejak dini agar nantinya menjadi anak-anak hebat untuk masa depan bangsa,” ungkapnya.

Selain menekankan pendidikan karakter, Rico Waas turut mengingatkan generasi muda agar menjauhi berbagai perilaku yang berpotensi merusak masa depan, termasuk penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online.

“Pramuka ini adalah bentengnya. Jagalah diri dengan kedisiplinan dan niat yang baik. Jangan tergoda pada hal-hal negatif seperti narkoba dan judi online,” tegas Rico Waas.

Dalam arahannya, ia juga mengajak anggota Pramuka meneladani filosofi tunas kelapa dan pohon kelapa yang menjadi lambang Gerakan Pramuka. Menurutnya, simbol tersebut mengandung nilai tentang ketangguhan, kemampuan beradaptasi, cita-cita tinggi, serta manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Medan, Muhammad Rasyid Ridho, mengatakan tema jambore tahun ini, “Bergerak dalam Sinergi, Bersama dalam Kontribusi”, mencerminkan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam membangun generasi muda.

Ia menyebut keberhasilan pembinaan Pramuka memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, Gugus Depan, pemerintah, sekolah hingga orang tua.

“Pramuka Kota Medan tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus bersinergi antara Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, GugDepan, Pemerintah Kota, sekolah, dan orang tua. Hanya dengan sinergi, setiap kontribusi kecil dari kita menjadi karya besar untuk Kota Medan,” ujar Ridho.

Menurut Ridho, Gerakan Pramuka Kota Medan juga terus mendorong implementasi program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pendidikan bela negara, pengembangan teknologi tepat guna, Pramuka Peduli Stunting, Pramuka Literasi, hingga Pramuka Wirausaha.

“Pramuka Kota Medan bukan penonton. Kita adalah pasukan terdepan yang mengawal Asta Cita sampai ke tingkat gugus depan dan sekolah,” tegasnya.

Ketua Panitia Jambore Cabang Kota Medan, Zulfahri Ahmadi, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti 927 peserta yang terdiri atas 797 anggota Pramuka Penggalang, 98 pembina, dan 34 pimpinan kontingen dari seluruh wilayah Kota Medan.

Menurut Zulfahri, jambore dirancang untuk memperkuat persaudaraan antarpeserta sekaligus mengembangkan kreativitas, sportivitas, dan karakter generasi muda.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan, mengasah kreativitas, sportivitas, serta membentuk karakter adik-adik Penggalang Kota Medan agar menjadi pribadi yang berjiwa Pancasila dan memiliki semangat Pramuka sesuai slogan ‘Medan untuk Semua’,” ujar Zulfahri.

Pada rangkaian pembukaan jambore tersebut, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas menerima penghargaan sebagai Bunda Siaga Pramuka. Penganugerahan itu ditandai dengan penyematan selempang bertuliskan Bunda Siaga sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kepeduliannya terhadap pengembangan Gerakan Pramuka di Kota Medan.