Berita Utama & Headline

Ketua DPRD Medan Minta Polisi Tuntaskan Dugaan Pembacokan di Sunggal Secara Profesional

5
×

Ketua DPRD Medan Minta Polisi Tuntaskan Dugaan Pembacokan di Sunggal Secara Profesional

Sebarkan artikel ini

Wong Chun Sen meminta Polsek Sunggal bertindak cepat mengusut kasus dugaan pembacokan terhadap seorang warga Deliserdang serta memastikan proses hukum berjalan transparan.

Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen di Kota Medan menyampaikan keprihatinan atas dugaan pembacokan yang dialami Erwin Dani Sinaga serta meminta aparat kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, Selasa (14/4/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist).

Medan, pelitaharian.id – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., meminta Polsek Sunggal mengusut secara serius kasus dugaan pembacokan yang menimpa Erwin Dani Sinaga (57), warga Dusun II Gang Family, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Ia menegaskan aparat penegak hukum harus memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban maupun keluarganya.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Akibat kejadian itu, Erwin Dani Sinaga mengalami luka serius. Dalam laporan yang beredar, dugaan pembacokan itu disebut melibatkan seorang terlapor yang dikenal dengan panggilan Adit.

Menanggapi kasus tersebut, Wong Chun Sen berharap kepolisian dapat bekerja secara cepat, profesional, dan terbuka dalam mengungkap fakta-fakta yang ada sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai penanganan perkara tersebut.

“Penanganan kasus ini harus dilakukan secara maksimal dan transparan, tangkap pelakunya berkas laporan kan telah lengkap. Kita tidak ingin kejadian serupa terulang kembali, yang dapat meresahkan warga,” tegas Wong saat menyampaikan keterangannya kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp, Selasa (14/4/2026) malam pukul 22.07 WIB.

Selain mendorong percepatan proses penyelidikan, Ketua DPRD Kota Medan juga meminta aparat kepolisian memberikan perlindungan kepada masyarakat sekitar serta memastikan seluruh tahapan penegakan hukum dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia mengaku prihatin terhadap kondisi korban yang mengalami luka cukup berat pada bagian tangan kiri. Menurutnya, dampak dari kejadian tersebut tidak hanya dirasakan korban, tetapi juga keluarganya yang kehilangan sumber mata pencaharian.

“Kita prihatin, akibat kejadian itu, tangan sebelah kiri korban luka serius. Sehingga korban dan istrinya tidak bisa mencari nafkah seperti biasa dengan berjualan nasi di Pasar Kampung Lalang,” katanya.

Wong juga mengimbau keluarga korban maupun masyarakat agar tetap tenang selama proses hukum berlangsung. Ia meminta warga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian.

Hingga saat ini, kasus dugaan pembacokan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Sunggal untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.