EkonomiHeadlineKolomTutorial

KPPU Kantor Wilayah I Saat Sidak di Pasar Petisah dan MMTC Temukan Kebutuhan Pokok Naik

×

KPPU Kantor Wilayah I Saat Sidak di Pasar Petisah dan MMTC Temukan Kebutuhan Pokok Naik

Sebarkan artikel ini
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I Bersama Disperindag, Dinas Pertanian, Bulog, Bank Indonesia saat melaksanakan peninjauan lapangan dan monitoring harga di dua Pasar Tradisional Petisah dan MMTC, Minggu (19/05/2024). (pelitaharian.id/Aris HST Sinurat).
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I Bersama Disperindag, Dinas Pertanian, Bulog, Bank Indonesia saat melaksanakan peninjauan lapangan dan monitoring harga di dua Pasar Tradisional Petisah dan MMTC, Minggu (19/05/2024). (pelitaharian.id/Aris HST Sinurat).

Medan, pelitaharian.id – Dalam rangka stabilisasi harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Sumatera Utara, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I melaksanakan peninjauan lapangan dan monitoring harga di dua Pasar Tradisional Petisah dan MMTC, Minggu (19/05/2024).

Bersama Disperindag, Dinas Pertanian, Bulog, Bank Indonesia, kegiatan ini dilakukan terutama menyikapi kenaikan harga bawang putih dan bahan kebutuhan pokok lain yang terjadi dalam beberapa hari ini.

Tampak dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas bersama Direktur PT Pilar, Zia Muhammad, Ketua Kelompok Perumusan Kebijakan Provinsi Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Manager Operasional Kanwil Bulog Erlina Wita, Kabid Pengembangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, Sujatmiko, Dinas Pertanian Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara.

Saat meninjau lokasi di dua pasar tradisional tersebut menemukan perbedaan harga untuk kebutuhan pokok harga jualnya berbeda antara Petisah dan MMTC.

“Penjualan di MMTC skala besar atau maupun eceran tetap stabil dengan harga sama namun berbeda di Pasar Petisah Medan,”ucap Ridho.

Ridho membanding harga Bawang Putih di MMTC Perkilonya mencapai Rp36.000,- dengan pengambilan dari distributor bervariasi ada Rp.32.000,- hingga Rp.34.000,-. Sedangkan di Pasar Petisah harga perkilonya Rp.36.000 hingga Rp.38.000,-.

Begitu juga perbedaan harga untuk kebutuhan lainnya di Pasar Petisah dan Pasar Raya MMTC hanya Rp.1000,- hingga Rp.2000,- khususnya putih sebelum perkilo hanya Rp25.000,-.

Ridho pun menyebutkan untuk harga Bawang dan Cabai Merah ada kenaikan harga, selain karena daerah pensuplai seperti Sumatera Barat mengalami bencana berimbas yang sebelumnya Rp.40.000 hingga Rp.42.000,- perkilonya untuk bawang. Untuk Cabe Merah Perkilonya Rp52.000 yang sebelumnya Rp.45.000,-.

Nah untuk beras perkilonya mengalami kenaikan Rp.1.500,- dimana sebelumnya Rp.11.500 kini menjadi Rp.13.000,- sehingga bila harga per goni berisikan 5 kilo itu sebelumnya Rp.57.500 kini Rp.67.500,-.

Untuk beras sendiri lanjut Ridho menjelaskan ada relaksasi harga untuk pembelian beras di Bulog sehingga kemarin sempat panen raya karena pembelian harga dari Bulog sudah naik dan dari kilang-kilang juga menaikan pembelian gabahnya ini yang mengakibatkan panen raya ini tidak signifikan terhadap penurunan harga beras.

“Untuk harga beras masih tinggi ini juga dimungkinkan karena panen raya ini juga suplainya tidak terlalu besar karena panen raya ini relatif tidak terjadi secara serentak di semua wilayah. Dan harga beras kalau pun turun dari informasi yang diterima hanya Rp.500,- saja,”ujarnya.

Kalau untuk stok barang kebutuhan pokok, kata Ridho harga saat ini masih stabil dan bila ada permintaan dari pedagang selalu terpenuhi. Maka untuk itulah kita akan menelusuri Distributor atau agen yang saat ini kepada pedagang.

Telusuri Distributor atau Agen

Senada dengan itu Sujatmiko selalu Kabid Pengembangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, menyebutkan tentu perbedaan harga karena di MMTC ini dalam penjualan skala besar grosir namun juga eceran tapi harga tidak melebihi ketentuan.

Nah sebenarnya untuk kebutuhan bawang putih untuk setiap per rumah tangga itu hanya satu ons tentunya dikalikan saja dari rumah tangga yang ada di Sumatera Utara.

Lanjutnya lagi, sebenarnya untuk bawang putih ini tidak ada HET ATAU HAP tetapi Bapanas sudah menetapkan untuk tahun ini Rp.32.000, –

“Sudah ada kajian-kajian dari perbandingan harga diluar negeri masih tinggi,”ucapnya.

Rencana Sidak Gudang Penyimpanan

Tentunya dalam waktu dekat kita akan mencari siapa Distributor atau Agen Importir bawang, maka dari itu kita akan cek bersama tentang stok yang ada

“Nah kalau untuk stok tidak ada masalah sepanjang ada permintaan dan siapkan, namun kita tidak tahu ini stok nya ada berapa masuk ke Sumut. Dan apa yang disampaikan pihak KPPU yang dimaksud itu adalah stok yang lama,”ucapnya.

Terlebih para distributor ini telah mendapatkan persetujuan Import dari Kementerian Perdagangan dan diwajibkan untuk masuk agar stok aman, terlebih harga di China masih terjangkau dari dibawah harga penetapan Bapanas.

Ketika ditanyakan apakah patokan harga itu berdasarkan Pasar Induk Lau chi dan Pasar MMTC?, menjawab itu Sujatmiko mengatakan tidak seperti itu akan tetapi tergantung dari kuota import khusus untuk Medan, Sumatera Utara pada umumnya.

Nah itu harus mengetahui SPI nya dalam untuk sidak itu penting sehingga kita tahu kuota untuk Sumatera Utara, termasuk siapa yang suplai sebab para pedagang yang dikonfirmasi saat sidak hanya mengatakan kalau barang sudah habis lalu ada barangnya akan tetapi tidak mengetahui siapa dan nama distributornya.

Bencana Sumbar ada pengaruh

Sujatmiko membenarkan adanya kejadian bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat berdampak juga ke Sumatera Utara terutama untuk komoditi bawang dan cabe merah, meskipun untuk daerah penyuplai seperti Karo dan beberapa kabupaten memiliki lahan pertanian dan perkebunan bisa mengatasi ini termasuk pengiriman dari Brebes.

Disebutkan monitoring harga terus dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) TPID dan membahas semuanya dari hilir ke hulu.

Pasar Murah

Dalam pengendalian harga maka digelarlah Pasar Murah, ini pasti mempengaruhi dan penurunan harga.

“Dengan adanya pengendalian harga melalui gerakan pangan dan pasar murah di Sumut maka semua komoditi dalam setiap penjualannya sesuai dengan ketentuan berlaku, ujarnya.

Hal ini telah terbukti dengan adanya pasar murah dalam jangka waktu tertentu dapat menstabilkan harga.

Sepi Pembeli

Dalam pantauan wartawan, baik di Pasar Tradisional Petisah dan Pasar Raya MMTC, para pedagang mengeluhkan sepinya pedagang.

Semenjak seusai lebaran, kenaikan harga terus saja terjadi dalam belakangan ini.

“Kalau di jual kan tidak mungkin jualnya dengan harga modal. Jadi mengeluhkan. Kalau dapat harga itu diturunkan lagi dari harga sekarang ini,”ucap Nur Pedagang Pasar Petisah dan Romlah pedagang Pasar Raya MMTC.

Selain para penjual daging di Pasar Petisah menyebutkan bahwa harga perkilonya Rp.135.000 dan pedang ayam potong perkilonya Rp.39.000,- mengaku sepi pembeli. Dimana harga ini terjadi penurunan semenjak lebaran.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *