Temuan tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan adanya potensi gangguan keamanan yang dapat membahayakan para remaja maupun masyarakat apabila aksi tawuran benar-benar terjadi.
Polres Asahan menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan. Polisi berupaya mendeteksi potensi gangguan sejak dini sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan di jalanan.
Polisi Tekankan Pembinaan Remaja
Selain penindakan, Kapolres Asahan menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan pembinaan terhadap generasi muda.
Menurutnya, kehadiran personel di lapangan tidak hanya bertujuan mengamankan mereka yang diduga terlibat dalam aktivitas berbahaya, tetapi juga memberikan edukasi agar para remaja tidak terjerumus dalam perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kehadiran kita harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Jaga sikap, etika dan keselamatan dalam bertugas. Kita cegah gangguan Kamtibmas sedini mungkin,” pesan Kapolres.
Polres Asahan juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan anak, terutama pada malam hingga dini hari. Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah keterlibatan anak dalam tawuran, geng motor maupun tindak kriminal lainnya.













