Sementara itu, Pabrik Danau Kembar melengkapi raihan PalmCo pada sistem Orthodox dengan mendapatkan Juara 3 kategori BP.
Adapun pada pengolahan teh hitam menggunakan metode Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Pabrik Kayu Aro tampil dengan sejumlah capaian. Kayu Aro meraih Juara 1 kategori Fanning, kemudian Juara 2 kategori PD dan BP1, serta Juara 3 kategori PF 1 dan D1.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyebut hasil tersebut berkaitan dengan konsistensi perusahaan dalam menjaga mutu teh melalui rangkaian proses produksi.
“Capaian di NTC 2026 ini bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan wujud dari konsistensi kami untuk terus memproduksi teh berkualitas grade satu. Transformasi yang berjalan di internal perusahaan memastikan bahwa standar operasional, mulai dari proses pemetikan pucuk daun, proses pengolahan, sortasi hingga tahap pengepakan, dilakukan secara presisi untuk memenuhi ekspektasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis.
Menurut Jatmiko, penilaian dalam kompetisi tersebut juga menjadi salah satu tolok ukur terhadap kualitas produk teh yang dihasilkan perusahaan. Ia mengatakan proses penjurian dilakukan oleh para pakar teh yang memiliki sertifikasi internasional.
Di Tengah Tekanan Iklim dan Harga Komoditas
Capaian PalmCo tersebut berlangsung ketika sektor teh nasional menghadapi tantangan dari sisi produksi maupun kondisi pasar.












