Direktur Operasional PTPN IV PalmCo Rediman Silalahi menerangkan, dinamika harga komoditas serta kondisi cuaca menjadi faktor yang harus diperhitungkan produsen teh dalam menjaga keberlanjutan produksi.
“Kondisi di lapangan saat ini cukup dinamis. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino. Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” jelas Rediman.
Menghadapi kondisi tersebut, PalmCo melakukan sejumlah langkah mitigasi di sektor agronomi. Upaya itu diarahkan untuk mempertahankan produktivitas tanaman sekaligus menjaga kualitas pucuk daun yang menjadi bahan baku utama teh.
Rediman menilai raihan penghargaan dalam NTC 2026 menunjukkan bahwa berbagai langkah pembenahan tersebut tetap berjalan di tengah tekanan perubahan kondisi cuaca.
“Di tengah tantangan El Nino, penghargaan yang diraih pabrik-pabrik kami membuktikan bahwa intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat (on the track). Tantangan cuaca tidak menyurutkan komitmen kami dalam menghadirkan secangkir teh terbaik bagi konsumen,” tutup Rediman.












