Selama proses kegiatan, tim memantau kegiatan siswa-siswi mitra pengabdian dalam memahami dan mengaplikasikan metode permainan kartu untuk seni berpantun. Hasil yang diperoleh dari pelatihan melalui teknik permainan-permainan simulasi dan role play ini kini membuat soft skill siswa/i semakin aktif dan daya cipta mereka bertambah kreatif. Selain itu, siswa/i mulai percaya diri mengkreasi pantun dan berkomunikasi melalui berbalas pantun.
Lanjut Prof. Silvana, selain berhasil memancing potensi dalam kreatifitas seni berpantun, program ini juga melatih siswa-siswi belajar mengatur waktu, dan mulai menghayati budaya Melayu sebagai kearifan lokal yang harus dilestarikan. Kegiatan ini dapat dijadikan bahan rujukan bagi semua pihak guna mendukung terciptanya generasi muda Indonesia dalam mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka khususnya generasi yang memiliki kemahiran dan keterampilan dalam menerapkan metode permainan kartu untuk seni berpantun sesuai dengan amanah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (JD)












