Puan mengakui bahwa tantangan tersebut memberikan tekanan besar pada ketahanan berbagai sektor penting seperti kesehatan, sosial, pangan, energi, dan ekonomi. Dampak krisis ini menyebabkan koreksi signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan penurunan penerimaan pajak dan meningkatnya kebutuhan belanja subsidi yang memaksa pemerintah untuk mengambil langkah sulit, termasuk penarikan utang dalam jumlah besar.

Namun, Puan juga memberikan apresiasi atas gotong royong dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, sektor swasta, UMKM, dan seluruh rakyat Indonesia. Berkat kerja sama ini, perekonomian nasional berhasil bertahan dan bahkan mencatat pertumbuhan 5 persen setiap tahunnya, meskipun banyak negara lain masih berjuang untuk pulih.













