Ahmad Riduan Hasibuan sebagai Asisten staf khusus Presiden Jokowi menyampaikan Presiden Jokowi telah menyediakan 818.000 KIP-Kuliah tahun 2020. Program ini bertujuan untuk untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan pendidikan.
“Adapun prioritas penerima program PIP adalah Penerima Kartu Indonesia Pintar; Orang Tua Penerima Bantuan Sosial seperti PKH dan Orang tua yang tingkat penghasilannya jika dibagikan dengan tanggungan kurang dari Rp700.000. Secara khusus, Presiden Jokowi meminta Staff Khusus Milenial, Aminuddin Ma’ruf untuk dapat membantu menjaring sebanyak mungkin penerima manfaat program PIP,” kata Ridwan menyampaikan tujuannya berkunjung ke DPRD Sumut.
Ahmad Riduan Hasibuan mengakui, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program PIP, antara lain belum adanya koordinasi antara kepala desa dan petugas PKH di lapangan untuk melakukan sinkronisasi data penerima manfaat program. Masalah lain, keterbatasan informasi bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil dengan koneksi internet terbatas.
Ahmad Ridwan Hasibuan juga menyampaikan mohon bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mendukung program ini, karena masih kurangnya sosialisasi ke daerah-daerah terpencil menyebabkan penerima bantuan sering kali gagal sampai kepada yang berhak. Hal ini disebabkan calon penerima bantuan tidak memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan antara lain penerima bantuan harus mempunyai Kartu Indonesia Pintar dan Orang Tua/Wali Asuh terdaftar di Program Prasejahtera. (cut)












