“Bagi wisudawan tentu memberi peluang untuk terus berinovasi dan secara langsung dapat memilih sektor yang berada dalam areal interest masing-masing. Penggerak utama dari pertumbuhan ekonomi jangka panjang adalah tingginya produktivitas, kemajuan inovasi, dan peningkatan pendapatan riil yang juga akan memberi peluang bagi generasi untuk menata ulang seluruh kompetensi yang bersesuaian,” ujarnya.
Prof Syawal menyebutkan Indeks Inovasi Global Indonesia (2019) yang berada pada posisi dua terendah se-ASEAN (negara tetangga di ASEAN tertinggi adalah Singapura dan Malaysia) juga kontradiksi dengan potensi anak-anak Indonesia.
“Oleh sebab itu eksplorasi dan pemanfaatan 6 C’s menjadi pilihan untuk menempatkan lulusan PT sebagai agent of economic development,” ujarnya. (JD)












