Terkait keluhan warga ini, anggota DPRD Kota Medan Edward Hutabarat mengusulkan agar warga membuat surat permohonan ke Pemko Medan untuk diteruskan ke PT KAI Divre 1 Sumut.
“Alangkah baiknya warga Jalan Sempurna membuat surat permohonan ke Pemko Medan untuk diteruskan ke PT KAI Divre I Sumut. Begitupun saya tampung keluhan warga ini untuk disampaikan pada sidang paripurna reses mendatang,” ujar anggota Fraksi PDIP DPRD Medan itu.
Sementara itu Hobbiner, Lurah Cinta Damai yang hadir pada reses itu mengaku sudah membicarakannya dengan pihak PT KAI Divre 1 Sumut. Lurah mempertanyakan mengapa, PT KAI mengambil kebijakan sepihak tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan pihak Pemko Medan.
Foto: warga dan PT KAI Divre 2 Sumut
“Seharusnya mereka (PT KAI, red) membicarakannya dulu dengan Pemko Medan, dalam hal ini saya selaku Kepala Kelurahan Cinta Damai. Jika ini dilakukan,saya bisa membicarakannya dengan warga saya agar dicari cara terbaik untuk mengurangi kecelakaan di perlintasan kereta api itu,” ujar Hobbiner.
Selain persoalan pintu perlintasan kereta api, hal lainnya yang mencuat dalam reses itu adalah persoalan warga Lingkungan 1 yang hingga kini belum teraliri air bersih dari PDAM, tidak adanya drainase dan jalan yang belum diaspal.“Kita sudah mengajukan ke PDAM Tirtanadi Medan, namun solusinya kami harus membayar mahal untuk pemasangan pipa distribusi. Inilah kami yang belum sanggup,” ujar J Pasaribu, salah seorang warga Lingkungan 1. (jd)