Sumatera Utara

45 SPPG di Sumut Disuspend BGN, Administrasi KPM Jadi Sorotan

9
×

45 SPPG di Sumut Disuspend BGN, Administrasi KPM Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Penghentian operasional berlaku maksimal 10 hari. Puluhan SPPG wajib melengkapi Surat Penetapan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) sebelum dapat kembali menjalankan layanan MBG.

Ilustrasi aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara. Sebanyak 45 SPPG dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional karena belum memiliki Surat Penetapan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang sah, Sabtu (29/8/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ilustrasi)

Daerah lainnya
34. SPPG Asahan – Buntu Pane Mekar Sari
35. SPPG Humbang Hasundutan – Parlilitan Sihotang Hasugian Dolok Li
36. SPPG Karo – Mardingding Mardingding
37. SPPG Kota Gunungsitoli – Alo Oa Iraonolase
38. SPPG Kota Sibolga – Sibolga Selatan Aek Parombunan 2
39. SPPG Kota Tebing Tinggi – Padang Hulu Lubuk Baru 2
40. SPPG Labuhanbatu – Panai Tengah Labuhan Bilik
41. SPPG Mandailing Natal – Panyabungan Selatan Tano Bato
42. SPPG Nias – Gido Tulumbaho Salo O
43. SPPG Simalungun – Dolok Batu Nanggar Kahean
44. SPPG Simalungun – Siantar Sejahtera
45. SPPG Tapanuli Utara – Pangaribuan Lumban Siregar

Dengan adanya keputusan tersebut, ke-45 SPPG memiliki kesempatan maksimal 10 hari kalender untuk menyelesaikan persyaratan administrasi yang diminta.

Status pemberhentian sementara baru dapat dicabut setelah Surat Penetapan KPM yang sah diserahkan dan melalui proses verifikasi sesuai mekanisme BGN. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi sampai batas waktu yang ditentukan, BGN dapat meningkatkan kategori sanksi.