Berita Utama & Headline

Pemko Medan Kembali Sabet WTP dari BPK, Catat Rekor Enam Tahun Beruntun

4
×

Pemko Medan Kembali Sabet WTP dari BPK, Catat Rekor Enam Tahun Beruntun

Sebarkan artikel ini

LKPD 2025 Dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian, Rico Waas Sebut Capaian Ini Hasil Kerja Kolektif Seluruh Jajaran

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) beserta Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sumatera Utara saat kegiatan penyerahan hasil audit LKPD Tahun Anggaran 2025 di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Sumut, Medan, Jumat (29/5/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

MEDAN, pelitaharian.id – Pemerintah Kota Medan kembali mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah. Penilaian tersebut diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Medan Tahun Anggaran 2025.

Pencapaian tersebut menandai keberhasilan Pemko Medan mempertahankan opini tertinggi dalam audit laporan keuangan selama enam tahun berturut-turut. Hasil itu sekaligus menjadi indikator konsistensi pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Jumat (29/5/2026). Dokumen hasil pemeriksaan diserahkan langsung Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang kembali diraih Pemerintah Kota Medan. Ia menilai opini WTP yang diperoleh secara berkelanjutan merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang profesional.

“Terima kasih kepada Badan Pemeriksa Keuangan atas penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang kembali diberikan kepada Pemerintah Kota Medan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan tahunan oleh BPK. Alhamdulillah, penghargaan ini berhasil diraih selama enam tahun berturut-turut,” tutur Rico Waas.

Menurut Wali Kota Medan, penghargaan tersebut bukan hanya sekadar capaian administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen seluruh unsur pemerintahan dalam menjaga integritas dan kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Ia menjelaskan bahwa opini WTP menjadi salah satu ukuran penting terhadap pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan.

“Capaian ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel,” katanya.

Rico Waas juga mengingatkan seluruh jajaran Pemko Medan agar tidak cepat merasa puas dengan capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP harus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa perbaikan kinerja birokrasi dan penguatan pelayanan publik perlu terus dilakukan agar manfaat pengelolaan anggaran daerah dapat dirasakan secara langsung oleh warga Kota Medan.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan dan seluruh pihak yang terus bekerja keras memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain menjadi agenda penyerahan hasil audit keuangan pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah dan pimpinan DPRD dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Momentum itu dinilai penting dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap pengelolaan keuangan yang tertib, efektif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dengan kembali diperolehnya opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2025, Pemko Medan diharapkan mampu mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan.

Turut mendampingi Wali Kota Medan dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Inspektur Kota Medan Erfin Fahrurrazi, serta Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Medan Suluh Aulia Harahap.