Pratiwa menjelaskan pentingnya hilirisasi dalam memperkuat rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah bahan baku di Indonesia. Setelah paparan, Pratiwa mengadakan sesi tanya jawab dengan peserta, memberikan hadiah menarik untuk jawaban yang tepat.
Gilang Sukma kemudian mengambil alih dan memaparkan sejarah serta perkembangan PT INALUM, termasuk keuntungan dan hilirisasi yang tengah dijalankan. Gilang menjelaskan bagaimana INALUM berkomitmen pada hilirisasi dari bauksit menjadi alumina dan akhirnya menjadi aluminium, yang merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan domestik dan meningkatkan kapasitas produksi. Seperti halnya dengan Pratiwa, Gilang juga mengadakan sesi tanya jawab dan memberikan hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab dengan benar.
Pada wawancaranya, Pratiwa Dyatmika, Head of Department Corporate Communication Mind.ID, menjelaskan komitmen Mind.ID terhadap hilirisasi dan berbagai tantangan yang dihadapi.
Pratiwa Dyatmika: “Komitmen hilirisasi yang digalakkan oleh pemerintah adalah mandat yang harus secara konsisten kita kejar. Melalui INALUM, kita memahami bahwa bauksit adalah bahan dasar pembuatan aluminium. Namun, rantai pasok kita masih terputus karena Indonesia belum memiliki teknologi pengolahan bauksit menjadi alumina.” ungkapnya.












