Lebih lanjut, Gilang membahas lokasi proyek alumina yang akan datang. Gilang Sukma: “Alumina akan diproduksi di Mempawah, Kalimantan Barat. Kami berkoordinasi dengan Antam, dan saat ini kami memiliki perusahaan hasil kolaborasi yang bernama Borneo Alumina Indonesia. Kami menargetkan untuk menghasilkan lebih dari 3 juta ton bauksit per tahun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar akan digunakan untuk pembuatan aluminium dan sisanya akan didistribusikan ke industri lain yang memerlukan bahan baku alumina.”
Gilang menekankan bahwa hilirisasi bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan aluminium domestik, tetapi juga tentang memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi ekonomi Indonesia. “Hilirisasi ini bukan hanya soal meningkatkan kapasitas produksi aluminium tetapi juga memperluas manfaat untuk berbagai industri yang memerlukan bahan baku alumina,” pungkasnya.












