Pratiwa mengungkapkan bahwa permintaan domestik mencapai 1 juta ton, sementara produksi INALUM saat ini hanya mampu memenuhi 275.000 ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Mind.ID memfokuskan upayanya pada inovasi dan peningkatan kapasitas produksi.
“Langkah pertama adalah memaksimalkan INALUM sebagai anggota Mind.ID dan satu-satunya produsen aluminium di Indonesia. Kami sedang dalam proses beberapa kajian untuk memastikan bahwa INALUM dapat lebih memaksimalkan pasokan aluminium domestik,” tambahnya.
Pratiwa menjelaskan lebih lanjut bahwa fokus utama adalah memastikan rantai pasok tidak terputus. “Kami harus mempersiapkan dari hulu hingga midstream dan produksi. Ini adalah bagian dari inovasi strategis untuk memenuhi kebutuhan aluminium domestik,” ujarnya.
Namun, ada kendala yang harus dihadapi. Pratiwa menyebutkan, “Kendala utama adalah pasokan energi. Dengan penambahan kapasitas, kita membutuhkan lebih banyak energi. Saat ini, INALUM mengandalkan PLTA dari Bendungan Tangga dan Bendungan Sigura-gura. Menambah bendungan baru adalah tantangan besar.” dikatakannya.
Ketika ditanya terkait, mengapa tidak membuat bendungan baru?” tanya kami.












