Potensi yang luar biasa ini tidak serta merta memberi kesejahteraan bagi segenap rakyat sebab sesuai data BPS bahwa jumlah rakyat miskin masih mencapai 24,79 juta. Karena pergeseran dari Resource Driven Economy/ Efficiency Driven Economy Bangsa dengan “keterbatasan pengelolaan” potensi IPTEK dan INOVASI menuju Innovation Driven Economy. Bangsa INOVATIF yang menguasai IPTEK, mandiri, dan berdaya saing global adalah peluang sekaligus tantangan ini. Bagi wisudawan tentu memberi peluang untuk terus berinovasi dan secara langsung dapat memilih sektor yang berada dalam areal interest masing-masing. Penggerak utama dari pertumbuhan ekonomi jangka panjang adalah tingginya produktivitas, kemajuan inovasi, dan peningkatan pendapatan riil yang juga akan memberi peluang bagi generasi untuk menata ulang seluruh kompetensi yang bersesuaian.
Indeks Inovasi Global Indonesia (2019) yang berada pada posisi dua terendah se-ASEAN (negara tetangga di ASEAN tertinggi adalah Singapura dan Malaysia) juga kontradiksi dengan potensi anak-anak Indonesia, oleh sebab itu eksplorasi dan pemanfaatan 6 C’s menjadi pilihan untuk menempatkan lulusan PT sebagai agent of economic development.












