“Pengurangan pajak bersifat tahunan. Tahun depan tetap diperbarui sesuai nilai jual tanah atau bangunan.”
Ia juga berjanji akan menanyakan langsung ke Dinas Sosial terkait penyaluran BLT dan bantuan beras.
Seorang mantan pegawai Pemko juga menyoroti batas wilayah dan pembangunan properti yang dianggap tidak sesuai.
“Kalau benar melanggar RDTR, akan kita gugat karena tidak sesuai peruntukan tata ruang,” ujar Godfried.
Masalah Sampah dan Anak Yatim
Warga bermarga Sinaga meminta agar pengangkutan sampah ditingkatkan menjadi dua kali seminggu. Permintaan itu langsung direspons positif oleh perwakilan kecamatan.
Sementara seorang warga bernama Mbr. Siburian menyampaikan kisah haru soal anak yatim piatu yang tak bisa sekolah karena tak punya dokumen.
“Kami akan bantu urus datanya agar anak ini bisa bersekolah. Semua anak berhak mendapat pendidikan,” kata Godfried.
Penutupan dan Harapan
Acara berlangsung kondusif dan penuh aspirasi. Godfried menutup kegiatan dengan mengajak masyarakat aktif menyampaikan aspirasi melalui Rumah Aspirasi Godfried Lubis di Jalan Jaya II Nomor 6, Medan.
“Jangan takut menyampaikan keluhan. Semua aspirasi akan kami perjuangkan di DPRD,” tutupnya.












