Ketika ditanya soal kuota peserta, ia menjelaskan, “Jumlahnya tidak dibatasi. Pelatihan berlangsung selama 20 hari, dan setelah itu peserta langsung mendapat pekerjaan.”
Selain pelatihan kerja, pemerintah kota juga mendorong masyarakat untuk mendaftar program Universal Health Coverage (UHC). Drs. Godfried menekankan pentingnya warga membawa fotokopi KTP dan KK serta materai 10 ribu ke Puskesmas untuk mendaftar.
“Jangan nanti pas sakit langsung ke rumah sakit cuma bawa KTP dan KK, itu kan mempersulit administrasi. Sebaiknya daftarkan dulu saat waktu senggang,” ujarnya.
Dalam bidang pendidikan, ia menjelaskan ada tiga program utama: KIP, PIP, dan dana BOS. Untuk jenjang SD, bantuan diberikan melalui KIP. Namun, ketika siswa naik ke SMP, mereka harus terdaftar di Dapodik.
“Ada juga yang bertanya soal Sekolah Rakyat (SR). Ini menarik. Sekolah Rakyat akan dimulai tahun ajaran 2025-2026 di UINSU Sutomo, dan akan disediakan asrama untuk siswa yang benar-benar tidak mampu,” ungkapnya.
Ketika ditanya apakah anak-anak jalanan juga bisa mengakses Sekolah Rakyat tersebut, Drs. Godfried menjawab, “Iya, boleh. Boleh sekali.”












