“Saya tidak terima saat anak saya dipukuli oleh mereka (puluhan OTK) didalam rumah dan di hadapan saya selaku orangtuanya. Orangtua siapa yang tega melihat anak kandungnya dipukuli. Kalaupun dia (Doli-red) bersalah silakan diproses secara hukum dan dilaporkan ke polisi. Bukan dipukuli seperti binatang. Saya aja orangtuanya tidak pernah memukul anak saya, “ujar Tina sedih.
Tina juga menegaskan bahwa anaknya tidak ada kaitannya dengan club motor atau genk motor yang seolah dikait-kaitkan turut melakukan penganiayaan dan pemukulan terhadap anggota TNI-AD tersebut.
menurut Adik Kandung Korban penculikan dan penganiayaan, Rina Br Manurung mengatakan percekcokan hingga perkelahian tersebut berawal dari Klub Malam, hingga berlanjut di warung angkringan di Simpang bundaran SIB, Kelurahan Petisah Kota Medan.
Selanjutnya, Rina Br. Manurung yang merupakan adik kandung Doli Manurung yang saat ini masih kritis di Rumah Sakit Bhayangkara akibat dipukuli dan dianiaya oleh puluhan OTK mengatakan jika permasalahan antara Doli Manurung dan sejumlah anggota TNI-AD yang diketahui bertugas di Yonif Rider 100/PS berawal dari salah satu kawasan tempat hiburan malam di Kota Medan dan berlanjut sampai di angkringan Jalan Guru Patimpus pada Minggu dini hari.












