“Menurut cerita yang melihat di lokasi, pihak Doli dan sejumlah TNI-AD yang sempat ribut di tempat hiburan bertemu lagi di angkringan, kemudian mereka memukuli abang saya Doli Manurung dan saat itu dia sudah terkapar, lalu bubarlah semua, namun sejumlah anggota TNI-AD tadi ada lari mengarah ke Sekip. Jadi kami waktu itu tidak tahu lagi yang terjadi selanjutnya, “tuturnya.
“Pagi harinya saat sampai dirumah, kami sempat menanyakan kondisi abang kami itu (Doli Manurung-red) karena kepalanya sudah diperban dan banyak luka-luka. Dia hanya mengatakan baru berantam dan pergi tidur ke kamarnya, hingga akhirnya, puluhan Pemuda datang ke rumah dan masuk dengan paksa dan memukuli abang saya didepan kami, ” sebut nya lagi.
Keluarga Doli Manurung berharap agar peristiwa yang menimpa anaknya dapat ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian Polrestabes Medan agar diketahui kebenarannya. “Kami tetap akan patuh terhadap hukum jika anak kami yang bersalah dan jika tidak kami juga minta agar aparat kepolisian dapat menegakkan hukum se-adil-adilnya dan menghukum pelaku sesuai hukum yang berlaku di negara ini. Karena kasus ini juga sudah kami laporkan ke Polrestabes Medan dan Pomdam TNI-AD, agar semua jelas dan terang, “sebutnya.












