Ia menjelaskan, pembinaan tersebut dilakukan agar siswa memahami perilakunya dan suasana belajar tetap kondusif.
Menurut Yazid, arahan tidak hanya diberikan kepada satu siswa. Seluruh siswa di kelas juga diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, terutama dengan membawa-bawa nama orang tua.
“Kami menjaga supaya enggak ada lagi saling mengejek. Saya enggak mau lagi, Pak. Supaya pembelajaran itu aman di mana pun mereka berada,” katanya.
Tudingan Kekerasan Lain Disebut Tidak Diketahui
Selain dugaan bullying, Yazid juga menanggapi informasi mengenai dugaan tindakan kekerasan lain terhadap siswa hingga disebut mengalami sakit pada bagian dada.
Ia mengatakan tidak mengetahui persoalan tersebut. Menurutnya, ketika melakukan pemanggilan terhadap para siswa, informasi yang dibahas hanya berkaitan dengan persoalan saling mengejek.
“Kalau masalah yang itu saya enggak tahu. Kalau masalah yang dia ditumbuk itu, enggak tahu saya kabarnya,” kata Yazid.












