Ia menambahkan, berdasarkan proses yang ditanganinya, para siswa telah saling memberikan maaf dan persoalan tersebut dinyatakan selesai.
“Cuma lagi terkait dengan yang saya panggil itu, Pak. Enggak ada menceritakan itu. Saling mengejek dan sudah saling memaafkan, Pak. Sudah aman semuanya,” sambungnya.
Persoalan Berlanjut ke Mediasi
Dari pemberitaan yang beredar, pengakuan dari ibunda siswa tersebut, bahwa persoalan tersebut kemudian berlanjut setelah wali murid membuat laporan dan disarankan proses konseling dan pihak konseling dari Polres mengarahkan ke Babinsa untuk proses mediasi.
Yazid menyebut laporan itu berkaitan dengan pemahaman bahwa pernyataannya kepada siswa merupakan bentuk pengeluaran dari sekolah.
Ia kembali membantah anggapan tersebut dan mengatakan tidak pernah mengambil keputusan untuk mengeluarkan siswa.
Menurut Yazid, persoalan selanjutnya dibawa ke proses mediasi yang melibatkan pihak kepolisian. Dalam proses itu, pembahasan antara lain berkaitan dengan kepindahan siswa dan biaya pendaftaran di sekolah yang baru.












