“Sempat berhenti komunikasi. Lalu, tiga menit dia menelpon lagi, bahwa ET sudah meninggal dunia,” tambahnya.
Ia mengaku sangat terkejut mendengar hal itu. Dia bersama keluarganya yang lain pun berangkat dari Balige ke Kota Medan. Sejauh ini, ia mengaku mendapati tanda kekerasan di tubuh ET.
“Ada tanda-tanda kekerasan. Lukanya ada di bagian leher, bekas cekikan. Kakinya juga kabarnya bengkok,” ungkapnya.
Ada pun jenazah ET menjalani proses otopsi di RS Bhayangkara. Ia berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian ET.
Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait Seorang wanita muda penjual pakaian online, ET (32), yang ditemukan tewas di dalam kamar kos-an Jalan Pelajar No.138A, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/11/23) malam.
Usai dilakukan otopsi terhadap jenazah, polisi menyimpulkan penyebab kematian korban karena dibunuh.
Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa, Senin (4/12/2023). Diungkapkan Fathir, dari hasil otopsi yang diterima pihak kepolisian bahwa korban sempat disetubuhi pelaku sebelum dibunuh.













