4. Aparat penegak hukum harus membela masyarakat kecil, khususnya kami para petani
5. Pak Bobby Nasution, Kami adalah wargamu, Lindungi Kami dan perjuangkan Hak-hak Hukum Kami.
Kericuhan tak terelakkan ketika massa dan aparat kepolisian saling dorong. Kuasa Hukum Kelompok Tani, Dr. M Sa’i Rangkuti, SH., MH., yang hadir membela hak-hak kliennya, berada diantara kliennya massa Kelompok tani dan polisi yang meneriakan agar tidak ada yang anarkis, kooferatif, humanis dan menegaskan bahwa mereka tidak ada membawa senjata bentuk apapun. Massa yang menolak eksekusi berulang kali meneriakkan, “Tolong Pak Presiden!” sambil menanyakan keberadaan juru sita.
“Mana juru sitanya? Jangan kasih masuk juru sitanya. Kok polisi pula yang dorong kami?” teriak salah seorang massa.
Situasi memanas ketika seorang massa berkaos hijau lumut yang meneriakkan protes dikejar dan ditangkap paksa oleh beberapa polisi berpakaian preman. “Bawa-bawa, bawa dia!” ucap salah seorang polisi. Massa tersebut beberapa kali terjatuh akibat cengkeraman dan dorongan keras.
Saat wartawan menanyakan insiden ini kepada IPTU Terrysvo, dia hanya menjawab singkat, “Tidak tahu,” sambil menghindari wawancara lebih lanjut.












