Seorang massa lainnya berbaju hitam juga mengalami perlakuan serupa, ditarik paksa hingga terpontang-panting. Propam yang hadir di lokasi mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Belum tahu konfirmasinya bagaimana. Makanya kita mau tindaklanjuti,” ujar E Tambunan.
Selanjutnya, dengan nasib yang sama, seorang laki-laki dari massa kelompok tani yang mengenakan jaket hitam dibawa paksa oleh seorang polisi. Ketika ditanya alasan tindakan tersebut, polisi itu memilih diam dan tetap menyeret laki-laki tersebut keluar dari kerumunan.

Setelah pengamanan ketat, juru sita Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Azhari Siregar, berhasil membacakan penetapan eksekusi. Namun, massa tetap menolak keputusan tersebut sambil meneriakkan, “Kalian curang!”












